Lembut, merayap, menyerinai di sekujur tubuh ini
Seakan aku harus mendekap karena hawa dinginmu
Gemeriak geladak kapal membuatku harus menutup telingaku
Dengan asupan nada kemesraan yang dimainkan oleh dentingan gelombak dilautan
Surga, jika memang aroma angin pantai malam ini mengelusku
Hingga aku tertidur pulas.
Wahai angin malam…………..
Engkau bawa diri ini dalam semilirmu
Karena bagiku engkau adalah sahara
Yang akan memberi kedamaian
dalam desahan kegelisahan akan kehidupanku
diriku dekap erat dipelukan…..
diriku tatap tanpa lepas dalam pandangan
yang kian jauh merayap
hingga menembus ujung kota disebrang sana
namun tak seonggah jawabanpun melintas di tempurung otakku
disaat burung gagak menghantuiku dengan beribu pertanyaan surga
melainkan hanya diam dan membisu
diantara bahasa ombak dilautan
diantara bahasa binatang dipadang rembulan
yang dihiasi dengan gemerlap bintang
diantara awan putih bak salju di musim es.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar