Minggu, 29 November 2009

Selamat.....!


saya ucapkan selamat kepada ibu Prof. Dr. Siti Musdah Mulia, dengan terpilihnya sebagai " women of the year 2009" pad Il Premio Internazionale La Donna Dell Anno (International Prize for the Woman of the Year)2009 yang berlangsung di Saint-Vincent, Italia, Jumat Malam (27/11) lalu. somoga bermanfaat.........!
sumber: Media Indonesia edisi Minggu, 29 November 2009 10:25 WIB

Sabtu, 28 November 2009

Pengaruh Budaya Dalam Konteks : Pengaturan Bisnis

Hidup bersama seperti bersaudara dan berbisnis seperti
orang yang tidak saling kenal. (pepatah arab)
Ada dua orang bodoh disetiap pasar :
yang satu meminta untu dimurahkan sedangkan satunya meminta untuk semahal mungkin.(pepatah rusia)
Ada sebuah pengetahuan mengatakan bahwa setiap individu adalah dimana mereka berada dan ditempat itu komunikasi dilakukan. Komunikasi tidak hanya dipengaruhi dari aspek eksternal tapi internal juga. Pada umumnya ketika kita berkomunikasi dengan orang yang berasal dari budaya yang sama maka kita tidak begitu membtutuhkan cara atau usaha lebih untuk member pemahaman terhadap lawan bicara kita namun apabila sebaliknya, yang kita ajak bicara adalah mereka yang memiliki latar budaya yang berbeda, maka mau tidak mau kita harus memahami budaya lawan bicara kita dan kita juga harus memiliki kemampuan atau skill untuk memnjadikan lawan bicara kita paham terhadap apa yang kita bicarakan.
Komunikasi dan maknanya
Untuk mengetahui pentingnya makna komunikasi budaya kita harus mengingat kembali hasil asumsi tentang komunikasi manusia.
1. Komunikasi adalah peraturan terpilih mengharapkan budaya menentukan pola prilaku atau peraturan untuk memerintah interaksi mereka. Dalam komunikasi peraturan menentukan prilaku dengan memberikan ketepatan dan persetujuan respon kepada stimuli komunikasi dalam bermacam-macam konteks sosial dengan budaya yang luas.
2. Komunikasi adalah hubungan dalam menetukan ketepatan bermacam-macam peraturan berfikir.
3. Komunikasi adalah bermacam-macam peraturan dan adat istiadat.
Budaya dan konteks bisnis
Banyak hubungan bisnis internasional yang diikuti oleh individu – individu dari berbagai macam budaya. Dalam analisis akhir-akhir ini sebagian besar perusahaan bisnis internasional berhasil dalam area global dikarenakan oleh pegawainya yang tidak hanya paham tentang dunia ekonomi dan kompetisis global tetapi mereka juga dibekali dengan skill atau kemampuan dalam melakukan komunikasi efektif dengan partner kerja mereka yang berasal dari daerah yang memiliki budaya yang berbeda.
Konteks bisnis internasional.
Pandangan kebudayaan terhadap menejemen dan pemimpin.
Untuk mengerti kebiasaan menejemen dari kebudayaan lain kita butuh sebuah apresiasi dari corak / ragam manajemen amerika utara. Hofstede mendiskripsikan menejemen dalam arti amerika dia menyarankan untuk tidak hanya memproses tetapi juga memimpin seperti golongan orang-orang. Golongan ini tidaklah memiliki sebuah bisnis tapi menjual keahliannya untuk tindakan pada kepentingan dari pemilik dan tidak untuk memproduksi individu tapi bertanggung jawab untuk membuat produksi / hasil yang lain melalui memotivasi. Anggota dari golongan ini mengangkat sebuah status yang tinggi dan banyak anak laki-laki dan perempuan amerika beraspirasi untuk berperang. Di amerika serikat, manajer merupakan seorang pahlawan kebudayaan.
Di Negara jerman, pemimpin bukanlah seorang pahlawan kebudayaan, faktanya orang jerman tidak mempunyai konsep menejemen yang sangat kuat. Alasannya adalah jerman mempunyai sejarah terhormat bahwasannya pekerja adalah orang yang layak dan mempunyai keahlian yang luar biasa. Seperti contoh, jerman memiliki system magang yang mementingkan keahlian yang diakui Negara.
Dari berbagai macam budaya berkenaan dengan ragam menejemen dan pemimipin kita bisa mengapresiasikan bagaimana prosedur sebuah bisnis, yang sering terfikir dari universal bisa berbeda dari budaya ke budaya, karena perbedaan budaya di ekonomi global dengan secepat mungkin kita bisa menemukan diri kita sendiri bekerja dengan sebuah organisasi yang menggabungkan bisnis dengan orang-orang dari berbagai macam kebudayaan yang berbeda. kemampuan kita untuk sukses dalam situasi tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan kita.
Budaya – praktek bisnis yang spesifik
Protocol bisnis
Sebuah stiker bumper yang popular di amerika serikat “ Rules are for fools” (undang-undang untuk orang-orang bodoh). Kita mendesak kamu untuk tidak mengikuti nasehat tersebut ketika sedang berbisnis dengan budaya lain. Di beberapa belahan dunia, protocol yang benar yaitu sifat dasar. Dasar yang membantu untuk memulai hubungan bisnis antara lain :
- Appointment seeking
Di El Salvador dan beberapa bagian dari amerika latin termasuk Mexico, peningkatan kemajuan harus dibuat dalam sebulan dengan telfon atau surat dan kemudian mengikutinya seminggu sebelum pertemuan.
Ketika mengerjakan bisnis di cina, penting untuk membuat kontak sebelum menginvestasikannya ke dalam sebuah perjalanan. Departemen perdagangan amerika / asia timur dan pasifik bisa membantu dalam menyusun pengangkatan dengan bisnis cina local dan kantor-kantor pemerintahan dan bisa mengidentifikasi pengimpor, pembeli, agen, distributor dan partner tempat spekulasi
- Greeting behavior
Pertemuan ini merupakan sebuah pertemuan yang penting. Negara amerika cenderung tidak formal dan bersahabat, antara laki-laki dan perempuan berjabat tangan ketika bertemu maupun berpisah “cipika-cipiki (cium pipi kanan dan cium pipi kiri)“ atau memeluk satu sama lain antara perempuan atau laki-laki dan perempuan yang sudah mengenal satu sama lain.
- Negotiation
Ada sebuah lelucon tentang orang Amerika dan orang jepang di sebuah bangku di taman, Tokyo. Diantara mereka merupakan seorang pebisnis. Orang Amerika berkata “ baik, anda tahu saya sudah berada di Jepang selama 40 tahun dan sekarang mereka sedang memulangkan saya ke Amerika hanya dalam beberapa hari”. Orang Jepang tersebut manjawab. “ itu merupakan masalahmu, orang Amerika. Hari ini adalah hari ini, dan besok adalah besok”. Percakapan tersebut merupakan contoh dari sebuah negosiasi.
Di Amerika Latin bisa diambil beberapa langkah untuk menyelesaikan tujuan. Hubungan terhadap individual sangatlah penting, yang jika kita tidak mempunyai kontak/perantara, kita tidak akan pernah bisa mendapatkan suatu peningkatan. Alasan yang sama, Argentina lebih menyetujui dengan gambaran yang sama untuk sebagian transaksi atau keseluruhan negosiasi yang dimulai lagi dari kejelekan. Begitu pula di Meksiko.
Sedangkan negosiasi di daerah bagian timur, berbeda dengan Amerika Serikat. Di Kutub, Honggaria, Rusia, bernegosiasi bisnis biasanya tergantung pada pelibatan pemerintah atau yang lain. Dan proses negosiasi tersebut bisa berjalan dengan cepat.
Di Eropa barat, negosiasi juga berkembang dengan menggunakan cara yang berbeda. Di Negara Perancis, bisnis merupakan suatu pokok persoalan yang bersifat formal.
Negosiasi di Negara Perancis sangat berhati-hati dalam bernegosiasi. Di Jerman, dunia bisnis juga bersifat sangat formal dengan perhatian yang cukup baik, perencanaan, dan jadwal-jadwal. Karena sangat pelannya proses bermetode ini, menjadikan hal tersebut menjadi sifat yang baik yang mungkin bisa menungkatkan suatu proses jual beli / transaksi.
Di Timur Tengah, bisnis jual beli, mempunyai selera yang cukup baik. Di Israel memiliki suatu perasaan Fatalisme(kesalahan yang sangat) yang kuat yang meliputi lingkungan bisnis. Sedangkan di Arab dan Mesir jarak untuk berinteraksi kontak fisik lebih dekat ( kecuali dengan wanita). Contoh dari variasi dalam strategi bernegosiasi, kita memeriksa beberapa budaya di tepi pasifik. Ada banyak isu mengenai negosiasi di Negara Tepi Pasifik. Kita bisa mengharap sebuah negosiasi dan ketegasan dalam membuat proses tersebut menjadi lebih lama dari pada di Amerika. Kepercayaan, rasa hormat, dan jangka waktu yang panjang untuk berhubungan, dinilai berdasarkan kontak. Komunikasi yang cenderung sangat tidak langsung dan diam merupakan keutamaan dari semua interaksi.
Orang perancis telah berkata bahwa “ Hanya Kepercayaan yang Indah “. Itu juga merupakan hal terpenting pada proses negosiasi. Kepercayaan merupakan kebudayaan dari negosiasi perbisnisan dan merupakan sebuah pertimbangan pada level kepercayaan masyarakat untuk mensukseskan proses negosiasi dalam berbisnis. Budaya dunia yang sedang naik (baik) tergantung pada satu sama lain. Hal tersebut menunjukkan kepercayaan yang dibutuhkan untuk berbisnis.
- Woman(wanita)
Peran wanita dalam bisnis internasional merupakan wilayah lain dari particular penting pada komunikasi budaya. Ada banyak Negara yang memiliki adat, sikap, dan agama yang berlawanan dengan wanita dalam berbisnis dan tidak ada pertanyaan bahwasannya negosiasi bisnis internasional didominasi oleh laki–laki. Di Amerika Serikat, wanita bebas menemukan CEO level. Wanita juga menjadi bagian dari ekonomi global.
Budaya Amerika Serikat dan Mexico memiliki banyak sekali perbedaan pada perlakuan dari laki–laki dan wanita di tempat bekerja. Ini mempercepat datangnya kenyataan bahwasannya ketika salah satu mengetahui adat dari supervisor laki–laki mencium lawan jenis mereka di pipi pada pemulaan hari. Stephens dan Greer mewawancarai seorang manajer dari Meksiko dan eksekutif dan menemukan bahwa “antara laki–laki dan wanita memelihara hasrat dan diskriminasi gender yang umumnya bukanlah sebuah masalah di meksiko. Berbeda dengan Amerika serikat yang melihat hasrat dan diskriminasi gender menjadi sebuah masalah.
Israel merupakan negara terfavorit di Timur Tengah, untuk business woman. Meskipun banyak laki–laki yang mendominasi, wanita juga mempunyai pengaruh di dalam maupun diluar rumah.
Ketika 97 % eksekutif top di dunia adalah seorang laki–laki, wanita di Negara Perancis dan Amerika Serikat merepresentasikan perkiraan 40% dari lulusan MBA dan di Belgium sekitar 36%. Wanita melancarkan 40% dari semua bisnis baru di Jerman Barat dan 42% di Britania. Wanita dari Negara tersebut yang mempunyai kesempatan untuk memimpin bisnis internasional sering kali menemukan anggapan mereka adalah “eksekutif asing “ yang menyangka akan menjadi sangat baik pada apa yang mereka kerjakan – atau yang lainya.
Konteks Bisnis domestic
Hal yang penting dalam perbedaan periklanan.
Kelompok orang di Amerika Serikat bisa diidentifikasi pada basis dari etnik, gender, kebangsaan, umur, kelas, kemampuan fisik, dan orientasi seksual. Pemasang iklan harus menganjurkan kelompok tersebut sebaik mungkin sebagai seorang individual yang unik untuk memelihara sebuah bisnis. Pusat selling dari pertemuan ekonomi pada universitas Georgia memperkirakan kekuatan pembelian dari etnik pasar seperti mengikuti 400 juta dolar untuk orang afrika amerika, 235 juta dolar untuk orang Hispanic amerika dan 150 juta dolar untuk masyarakat asia amerika.
Perbedaan konsultan dan analisis pasar tetap terlihat diseluruh Amerika Serikat banyak bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh kelompok anggota teknik. Mereka berjanji untuk mengembangkan strategi, penaksiran budaya, implementasi, pelatihan dan ukuran dan hasil.
Nilai Konflik Dalam Tenaga Kerja
Budaya yang berbeda dalam nilai orientasi, dan perbedaan nilai dimanifestasikan di dalam tenaga kerja. Tidaklah sulit untuk menggambarkan bagaimana perbedaan di beberapa nilai sebagai individualis versus kolektif, perbedaan pada ketidakpastian dan kekuatan jarak.
Isu dari tenaga kerja manusia domestic dan internasional belum di lain daerah yang mempengaruhi komunikasi intercultural. Di tempat seperti Irian Jaya, Indonesia, pekerja disiksa, dipukul dengan tongkat dan ditendang dengan sepatu, hingga dibunuh. Di Cina, korupsi, penyensuran dan suapan dalam segala aspek bisnis.
Masalah berbahasa juga merupakan gangguan dalam lingkungan pekerja. Contonya, karea banyaknya pekerja baru yang bekerja di Amerika Serikat, mereka bisa memiliki pengetahuan yang cukup dan komando dalam bahasa inggris.
Banyak perusahaan yang muncul untuk mempromosikan perbedaan budaya diantar pekerja mereka. Pimpinan perusahaan seperti Apple Computer, AT&T, Avon, Coca Cola, Corning, Gannett, General Motors, Good Year, IBM, Xero, Digital Equipment Corporation, Dupont, Hughs, Motorola, dan Proctcr & Gamble mempunya perbedaan program manajemen pada bisnis mereka. Beberapa perusahaan selain mengurangi pelanggaean manusia oleh standart Amerika, yang sudah diambil suatu peran kepemimpinan dalam mempromosikan etika bertingkahlaku. 

Diterjemahkan dari buku "Intercultural Communication Theory", Bab 7 .yang ditulis oleh Wiliam Gudykunst dan Bella Mody.

Membuat evek kaca pada tulisan(tutorial photoshop).

Langkah-langkahnya adalah:
  1. masuk ke program photoshop
caranya : Start èAll Program è Photoshop
  1. mulai membuat lembar kerja baru
caranya : pada menu utama pilih File è New , atau bisa dengan cara langsung dengan menekan [Ctrl] + [N]
*nama dan ukuran tergantung kebutuhan atau selera untuk contoh disini kami menggunakan sebagai berikut :
- Width = 800 cm
- Height = 600 cm
- Resolution = 71 inch/ pixels
- Content = With
Lalu tekan OK
  1. pada tool box sebelah kiri pilih Horizontal Type Mask Tool
caranya : klik kanan icon bergambar huruf T sehingga muncul pilihan seperti gambar dibawah ini.



Pada properties menu yang berada dibagian atas gunakan font : “Arial Black”, ukuran terserah selera atau kebutuhan, font style : Reguler, dan pilih Sharp, dan untuk warna gunakan kuning keemasan [#FACE02] lalu tulis kata yang anda inginkan untuk nantinya diberikan evek bayangan kaca pada tulisan tersebut, disini sebagai contoh saya menulis


  1. selanjutnya kita berikan evek-evek khusus pada tulisan tersebut.
Caranya : masuk ke menu utama Main Menu è Layer è Bevel and Emboss…..
Setting seperti dibawah ini :
Lalu tekan “OK”
“Perubahannya sekarang…..
“Teks menjadi lebih solid”
  1. dan selanjutnya membuat duplicat layer
caranya : masuk ke menu utama, Main Menu è Layer è Duplicate Layer…..
beri nama file duplicate layer dengan CHENGHO2 [untuk membedakan dengan teks CHENGHO yang pertama tadi]

kemudian pada pellete layer klik CHENGHO lalu klik kanan dan pilih clear layer style setelah itu transform [Ctrl] + [T] CHENGHO pada canvas gambar atau lembar kerja sehingga membentuk seperti dibawah ini
“Efek transform”
  1. sekarang adalah evek magicnya
Main Menu è Layer è Gradien Overlay…..
Lalu atur seperti dibawah ini
Tekan ‘OK’…….
Hasilnya……

7. Selesai deh…………
Thanks ………………
Semoga bermanfaat………..

Kamis, 19 November 2009

POLA-POLA BUDAYA



Pengertian Pola Budaya
  • Karekteristik dari suatu budaya
  • Proses pembentukan budaya
Menurut Kamus Sosiologi :
  • Pola budaya adalah tatanan dari unsur kebudayaan yang menjadi dasar keutuhan suatu kebudayaan tertentu
  • Pola budaya adalah konsep menggambarkan interelasi dari sebuah kelompok berdasarkan orientasi kultural.
Menurut Kamus Antropologi Pola budaya adalah rangkaian dari unsur-unsur yang menjadi ciri-ciri yang paling menonjol dari suatu kebudayaan, yang selanjutnya dapat dipakai untuk mendeskripsikan watak dari kebudayaan yang bersangkutan.
Istilah dalam pola-pola budaya :
Nilai adalah sebuah kepercayaan yang didasarkan pada sebuah kode etik di dalam masyarakat,efektifitas komunikasi antar manusia,termasuk komunikasi antar budaya,sangat tergantung pada pemahaman tentang makna dalam nilai.
Bahasa adalah kebudayaan ditemukan hanya dalam masyarakat manusia sebab hanya manusialah yang dapat mengembangkan sistem simbol dan menggunakannya secara lebih baik.
Membaca Pola-Pola Budaya Melalui Pendekatan Teoritis
Pola budaya menurut Edward T. Hall
Setiap kebudayaan mengajarkan cara-cara tertentu untuk memproses informasi yang masuk dan keluar ‘dari dan ke’ sekeliling mereka. Misalnya mengatur bagaimana setiap anggota budaya memahami proses pertukaran informasi maupun kemasan informasi itu sendiri.
Sebuah kebudayaan dimana suatu prosedur pengalihan informasi menjadi lebih sukar dikomunikasikan disebut Budaya Kontek Tinggi (High Context Culture) sedangkan sebuah kebudayaan dimana suatu prosedur pengalihan informasi menjadi lebih gampang dikomunikasikan disebut Budaya Kontek Rendah (Low Context Culture).
persepsi
HCC
LCC
Terhadap isu dan orang yang menyebarkan isu
tidak memisahkan isu dengan orang yang mengkomunikasikan isu
memisahkan isu dengan yang menyebarkan isu
Terhadap tugas dan relasi.
-mengutamakan relasi social dan melaksanakan tugas
-social oriented ,
-personal relation.
-relasi antar manusia dalam tugas berdasarkan relasi tugas (
-taks oriented,
- impersonal relation.
Terhadap kelogisan informasi
· tidak menyukai informasi yang rasional.
· Mengutamakan emosi
· Mengutamakan basa-basi
  • Menyukai informasi yang rasional
  • Menjauhi sikap emosi
  • Tidak mengutamakan basa-basi
Terhadap gaya komunikasi
  • Memakai gaya komunikasi tidak langsung
  • Mengutamakan pertukaran informasi secara nonverbal
  • Mengutamakan suasana komunikasi yang informasi
  • Memakai gaya komunikasi langsung
  • Mengutamakan pertukaran informasi secara verbal
  • Mengutamakan suasana komunikasi yang formal
Terhadap pola negosiasi
  • Mengutamakan perundingan melalui human relations
  • Pilihan komunikasi meliputi perasaan dan intuisi
  • Mengutamakan hati daripada otak
  • Mengutamakan perundingan melalui bargaining
  • Pilihan komunikasi meliputi pertimbangan rasional
  • Mengutamakan otak daripada hati.
Diambil dari handout Ibu Dinara Maya Julijanty S. Sos M,si pengampu mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya jurusan Ilmu Komunikasi Unijoyo Madura semester V pasca UTS.
.

Rabu, 18 November 2009

Berharap Tim 8 Menjadi Pahlawan

HARAPAN Indonesia akan lebih baik setelah pemilu 8 juli 2009 kemarin teryata harus ditunda dulu untuk dapat dirasakan oleh segenap bangsa di tanah air ini. Program 100 hari SBY-Budiono beserta Kabinet Indonesa Bersatu jilid II belum bisa membuat negri ini tersenyum. Bahkan beberapa kasus serta permasalah serius masih menghiasai dinamika social dan perpolitikan. Yang tentunya sangat menghambat kemajuan serta keseimbangan perkembangan perekonomian yang diharapkan oleh banyak kalangan. Salah satunya adalah masalah KPK dengan POLRI yang sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir. Bahkan kian hari kian memanas dengan saling serang dan saling klaim bahwa salah satu dari mereka adalah yang paling benar.

Kasus yang biasa dikenal Cicak Vs Buaya ini memang mendapat perhatian sangat besar dari public. Tidak hanya dari kalangan politisi bahkan juga dari kalangan pecinta dunia maya atau facebooker juga menggalang dukungan untuk mendukung jagoannya, yang pada saat ini KPK sebagai jagoannya. Dan mengutuk POLRI yang dituduh telah mengkriminalkan KPK. Memang apa yang mereka lakukan sangat beralasan. Indonesia sebagi Negara hukum sudah barang tentu sangat berharap hukum dapat menjadi alat untuk menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya, serta berpihak kepada yang benar. Namun ironisnya penegak hukum yang menjadi tumpuan dari segala harapan malah menjadi aktor dalam kasus ini.

Apabila memang hukum sudah tidak berpijak pada landasan keadilan, maka kebenaran menjadi sangat relative. sehingga tidak lagi netral, tapi memihak kepada kepentingan. Contohnya, memihak kepada kepentingan penguasa atau pemilik modal atau pribadi tertentu yang memiliki pengaruh social-politik pada masyarakat. Penguasa bukan lagi sebagi alat untuk menegakkan hukum, tapi berubah menjadi hukum itu sendiri dan mempraktikannya sekehendak hatinya. Dalam level ini, hokum bisa dibeli dan diatur menurut selera. Seperti yang telah ditulis oleh kolumnis dan teolog yang sedang menempuh program S-3 DTh di STBI semarang, Sonny Eli Zaluchu yang dimuat diharian jawa pos(10/11).

Dalam situasi seperti ini kita sebagai bangsa Negara Indonesia dengan berlandaskan asas demokrasi atau kebebasan dalam berpendapat seyogianya tidak hanya bisa mendukung dan menghujat dari salah satu intansi besar Negara yang terhormat yang sedang bertikai tersebut. Karena bagaimanapun mereka berdua adalah sama-sama pernah menorehkan prestasi gemilang di negri tercinta ini. Dan tidak pantaslah kiranya jika hanya dengan kasus yang belum tentu jelas salah dan benarnya untuk membuat nama intansi besar tersebut tercoreng. Dan apabila itu yang terjadi pastilah kita juga sebagai bangsa Indonesia yang akan dirugikan.

Masyarakat Indonesia harus bisa lebih bijaksana jangan sampai dapat terpengaruh oleh individu yang tidak bertanggung jawab. Yang hanya menginginkan Indonesia terpecah belah. Dalam kasus ini KPK, POLRI, serta bersama aparatur pemerintah yang lain dibantu masyarakat harus bisa bersatu saling bahu-membahu menjaga kesatuan serta kedaulatan negri ini. Karena sebagai mana yang kita ketahui bersama semua pejabat KPK dan POLRI adalah manusia biasa sama seperti kita yang tidak ada jaminan untuk menyatakan KPK yang paling benar atau sebaliknya.

Tugas kita bersama untuk saat ini adalah menyelamatkan negri ini dari perpecahan bukan hanya menyelamatkan KPK seperti yang diteriakkan oleh para demonstran dengan lantas mengabaikan POLRI. Karena bagaimanapun dan sampai kapanpun negri ini masih membutuhkan POLRI yang mana telah menjaga dan menegakkan kedaulatan dan perdamaian negri ini bertahun-tahun lamanya, dan itu telah tercatat dalam sejarah bangsa ini. Yang harus kita lakukan adalah pembersihan ditubuh POLRI dari oknum yang kurang bertanggung jawab apabila memang itu terbukti terjadi di tubuh POLRI. Sehingga POLRI tetap bersih dan dapat memenuhi harapan dari masyarakat dalam menegakkan keamanan dan keadilan sebagai aparat penegak hukum di negri ini.

Dan saat ini satu-satunya harapan besar masyarakat bertumpu pada tim 8 atau tim pencari fakta yang telah dibentuk oleh presiden. Semoga rekomendasi yang dihasilkan dan nantinya diajukan kapada presiden dapat menghasilkan keputusan yang memang memihak terhadap kebenaran. Serta dapat mengemblikan stabilitas keamanan dan kepercayaan bangsa terhadap aparat penegak hukum dinegri yang tercinta ini.

Senin, 16 November 2009

Untukmu Ibu Pertiwi

Diatas lusuh kasur tidurku

Disaat jam 3 pagi menunjukkan waktuku

Aku tersentak dari tidur malamku

Bersama dengan laptop hasil pinjamanku

Kepada teman yang mungkin bagian dari hidupku

Ku coba untuk mencurahkan isi hatiku

Walaupun haya dengan teriakan jemari tanganku

Tapi ini tulus dari dalam hatiku

Tanpa uang 6 miliarnya anggodo

Tanpa mulus seksinya tubuh rani juliani

Tanpa uang triliunannya bank century

Hanya ingin meneriakkan “hentikan ratapan ibu pertiwi”

Terlalu banyak rakyat kita di negri orang yang butuh perlindungan

Tapi kenapa tingginya pangkatmu kau gunakan untuk saling menjatuhkan sesama teman

Terlalu banyak korban gemba yang butuh uluran tangan social kita

Tapi kenapa kegagahanmu hanya kau gunakan untuk berpose dengan para mafia hukum

Terlalu banyak permasalahn bangsa ini

Wahai KPK dan POLRI sadarlah……………..

Kepalkan tanganmu dan teriakkan “Bersatulah…………………..!”

Dan terus semangat menegakkan kebenaran untuk mu ibu pertiwi.

Selasa, 10 November 2009

Filsafat ilmu sebuah pengantar

1. Dalam Wikipedia bahasa Indonesia Ontologi disebut sebagai salah satu kajian kefilsafatan yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi tersebut mebahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles . Pada masanya, kebanyakan orang belum membedaan antara penampakan dengan kenyataan. Thales terkenal sebagai filsuf yang pernah sampai pada kesimpulan bahwa air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula segala sesuatu. Namun yang lebih penting ialah pendiriannya bahwa mungkin sekali segala sesuatu itu berasal dari satu substansi belaka (sehingga sesuatu itu tidak bisa dianggap ada berdiri sendiri). Hakekat kenyataan atau realitas memang bisa didekati ontologi dengan dua macam sudut pandang:
1. kuantitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan itu tunggal atau jamak?
2. Kualitatif, yaitu dengan mempertanyakan apakah kenyataan (realitas) tersebut memiliki kualitas tertentu, seperti misalnya daun yang memiliki warna kehijauan, bunga mawar yang berbau harum.
Secara sederhana ontologi bisa dirumuskan sebagai ilmu yang mempelajari realitas atau kenyataan konkret secara kritis. Beberapa aliran dalam bidang ontologi, yakni realisme, naturalisme, empirisme. Istilah istilah terpenting yang terkait dengan ontologi adalah:
yang-ada (being)
kenyataan/realitas (reality)
eksistensi (existence)
esensi (essence)
substansi (substance)
perubahan (change)
tunggal (one)
jamak (many)
Sedangkan Epistemologi, adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan asal, sifat dan jenis pengetahuan. Epistimologi berasal dari bahasa yunani yaitu episteme yang berarti pengetahuan dan logos yang berarti kata atau pembicaraan atau ilmu. Epistimologi membahas tentang apa itu pengetahuan, bagaimana karakteristiknya, macamnya, serta hubungannya dengan kebenaran dan keyakinan.
Epistomologi atau Teori Pengetahuan berhubungan dengan hakikat dari ilmu pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki oleh setiap manusia. Pengetahuan tersebut diperoleh manusia melalui akal dan panca indera dengan berbagai metode, diantaranya; metode induktif, metode deduktif, metode positivisme, metode kontemplatis dan metode dialektis.
• Sedangkan aksiologi adalah Merupakan sikap etis berupa nilai yang harus diambil dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan terutama berkaitan dengan nilai-nilai yang diyakini sebagai kebenaran.

Ontologi ilmu komunikasi menelaah tentang obyek “ada” yang terdapat dalam berkomunikasi. Dalam hal ini obyek tersebut nyata dalam komunikasi, konkret dan merupakan sebuah realitas yang terlihat jelas. Ontology ilmu komunikasi termasuk juga di dalamnya unsur-unsur dalam ilmu komunikasi, berupa :
Sumber (Komunikator), penerima (komunikan), pesan (message), media(channel), hambatan (noise), dan respon (feedback).
Epistemologi ilmu komunikasi dapat kita artikan sebagai metode dalam mencari kebenaran berkomunikasi. Metode yang digunakan masih bersifat campuran seperti melakukan analisis, pengamatan, survey, dan lain sebagainya langsung kepada unsur-unsur komunikasi tersebut.
Sedangkan aksiologi dalam ilmu komunikasi berkaitan dengan nilai-nilai dan norma dalam berkomunikasi. Yaitu tentang bagaimana cara kita berkomunikasi dengan orang lain, etis atau tidak etis sikap, sifat dan prilaku kita dalam melakukan komunikasi tersebut, dan tentunya metode dan cara-cara tersebut berkaitan erat dengan nilai, moral dan etika dalam ruang lingkup sosial.
2. Di tinjau dari segi perkembangannya, seperti juga semua unsur kebudayaan manusia, ilmu merupakan gabungan dari cara-cara manusia sebelumnya dalam mencari pengetahuan. Pada dasarnya ditinjau dari sejarah berfikir manusia terdapat dua pola dalam memperoleh pengetahuan. Yang pertama adalah berfikir secara rasional. Dimana berdasarkan faham rasionalisme ini, ide tentang kebenaran sebenarnya sudah ada. Pikiran manusia dapat mengetahui ide tersebut , namun tidak menciptakannya dan tidak pula mempelajari lewat pengalaman. Dengan perkataan lain ide tentang kebenaran yang menjadi dasar bagi pengetahuannya. Diperoleh dari berfikir secara rasional, terlepas dari pengalaman manusia. System pengetahuan dibangun secara koheren di atas landasan-landasan pernyataan yang sudah pasti namun dari manakah kita mendapatkah kebenaran yang sudah pasti apabila kebenaran itu tercerai dari pengalaman manusia yang nyata? Disinilah pemikiran kaum rasionalisme mulai mendapatkan kesulitan untuk mendapatkan consensus yang dapat dijadikan landasan bagi kegiatan berfikir bersama. Oleh sebab itu maka muncullah kemudian suatu pola berfikir lain yang merupakan cara yang sama sekali berlawanan dengan rasionalisme yang dikenak dengan nama empirisme. Bosan dengan perdebatan yang tidak berkesudahan maka kaum empiris menganjurkan agar kita kembali kealam untuk mendapatkan pengetahuan. Menurut kaum empiris pengetahuan tidak ada secara apriori dibenak kita, melainkan harus diperoleh dari pengalaman. Lalu berkembanglah apa yang dinamakan pola berfikir empiris yang semula berasal dari sarjana islam dan kemudian terkenal didunia barat lewat tulisan Francis Bacon (1561-1626)dalam bukunya Novum Organum.
Setelah dua pola fikir tadi menjadi suatu acuan untuk mendapatkan pengetahuan. Maslahnya sekarang apakah pola fikir empiris ini membawa kita lebih dekat kepada kebenaran ? jawabannya ternyata tidak. Sebab gejala yang terdapat dalam pengalamn kita baru mempunyai arti kalau kita memberikan tafsiran terhadap mereka. Fakta yang ada sebagi dirinya sendiri tidak lah mampu berkata apa-apa. Kitalah yang memberikan arti : sebuah nama, sebuah tempat atau apa saja. Bintang bintang dilangit hanyalah tebaran kilau-kilau yang bisu sampai kita memberikan tafsiran terhadap ujud mereka. Disamping itu bila kita hanya mengumpulkan pengetahuan mengenai berbagai gejala yang kita temui dalam berbagai engalamn kita . lalu apakah gunanya semua kumpulan itu bagi kita ?pengetahuan yang diperoleh dengan cara ini hanyalah merupakan kumpulan pengetahuan serba aneka yang tak berarti. Lebih jauh lagi bagaimanakah cara kita mendapatkan pengetahuan yang utuh : apakah kita memungut sana memungut sini selayaknya kita mengumpulkan kerang-kerang dipantai? Disamping itu siapakah yang dapat menjamin bahwa pengetahuan yang dikumpulkan itu benar seperti yang dikatakan Charles Darwin bahwa tanpa penafsiran yang sungguh-sungguh maka (alam akan mendustai kita bila dia mampu). Ternytra bahwa pendekatan empiris inipun gagal untuk memecahkan masalah pokok untuk menemukan pengetahuan yang bener. Seperti biasanya waqktu mengendapkan sifat ekstrim dari tiap-tiap bentuk pemikiran . pemikiran yang radikal lambatlaun menjadi lebih moderat sehingga kompromi lebih mudah tercapai. Demikian juga dengan pendekatan rasional dan empiris yang membentuk dua kutub yang saling bertentangan akhirnya kedua belah pihak menyadari bahwa rasionalisme dan empirisme mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing . Walaupun begitu pendekatan rasional dalam menyusun teori ini harus dilengkapi dengan pendekatan empiris dalam menguji kebenaran teori yang diajukan itu. Bagaimanapun meyakinkannya suatu penjelasn teorirtis yang diberikan, teori yang dikemukakan ini hanya bersifat dugaan sementara mengenai objek yang sedang dipermasalahkan.
3.


Gambar diatas adalah skema atau bagan tentang metode keilmuan. Kita bisa melihat dalam bagan tersebut langkah-langkah dalam metode keilmuan, hubungan-hubungan logis yant\g terdapat, dan bebbagai teknik atau metode yang berguna dalam tahap tahap tersebut. Kita melihat kegunaan logika dan matematika dalam proses deduktif untuk menurunkan ramalan atau hipotesis dari pengetahuan keilmuan. Kita melihat proses pengujian hipotesis, yakni mula-mula dengan deduksi konsekuensi hipotesistersebut, dan kemudian mengujinya secara empiris dengan pertolongan metode keilmuan. Metode penelitian ini dikembangkan diatas dasar asas-asas statistika, agar kesimpulan yang ditarik dapat dipertnggung jawabkan secara keilmuan.
Dunia rasional dan dunia empiris membentuk sebuah dunia keilmuan yang merupakan gabungan dari dua dunia tersebut. dunia rasional adalah koheren, logis dan sistematis dengan logika deduktif sebagai sendi pengikatnya. Dipihak lain terdapat dunia empiris yang objektif dan berorientasi kepada fakta sebagai mana adanya. Kesimpulan umum yang ditarikdari dunia empiris secara induktif merupakan batu ujian kenyataan dalam menerima atau menolak suatu kebenaran. Kebenaran keilmuan buka saja merupakan kesimpulan rasional yang koheren dengan system pengetahuan yang berlaku, tetapi juga harus sesuai dengan kenyataan yang ada. Kekuatan berfikir otak manusia digabung dengan pemanfaatan panca indra telah membawa manusia lebih asasi telah membudayakan umat manusia.

4. Kaitan Ilmu Teknologi dan Etika & Kaitan Ilmu Teknologi dan Ideologi
Kaitan Terhadap Ideologi
Ideologi merupakan pemahaman dan pemikiran dasar pedoman hidup bagi manusia. Dengan perkembangan ilmu teknologi, terjadi perubahan kuat ideology manusia menjadi 2 bagian kelompok. Salah satu nya di mana sekarang kelompok masyarakat lebih lapar dan haus akan ilmu pengetahuan dan teknologi.Pada masyarakat ini mereka mulai melupakan ideology utama mereka kepada sang Pencipta. Masyarakat ini berlomba-lomba mencari dan menggali ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun tidak semua kelompok masyarakat melupakan ideology utama terhadap Sang Pencipta. Sisanya ada pada kelompok kedua di mana masyarakat masih memegang teguh ideology dasar mereka kepada Sang Pencipta. Harus di akui bahwa perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi itu penting. Hanya saja masyarakat atau pun kita pribadi tidak melupakan ideology utama kita.
Kaitan Terhadap Etika
Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini tentu sudah akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia,baik itu pola tingkah laku dan prilaku masyarakat sampai terhadap kebiasaan, khususnya etika dalam masyarakat. Berkat kemajuan dalam bidang ini maka pemenuhan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara cepat dan mudah. Namun tanpa di sadari bahwa ilmu dan teknologi dapat mempengaruhi etika karena ilmu dan teknologi mempnyai nilai bebas. Ketika ilmu dan teknologi diterapkan dalam kehidupan manusia memang bersifat bebas, namun hal ini dapat merusak etika dan kepribadian masyarakat. Secara konseptual maka hal ini berarti bahwa suatu masyarakat harus menetapkan strategi pengembangan ilmu dan teknologinya agar sesuai dengan nilai-nilai dan etika kemasyarakatan dalam bersosial.
5. Perbedaan Ilmu Sosial Dan Ilmu Alam Ditinjau dari:
1. Epistemologi
Dibandingkan dengan ilmu-ilmu alam yang telah mengalami perkembangan yang sangat peast, ilmu-ilmu social agak tertinggal dibelakang. Beberapa ahli bahkan berpendapat bahwa ilmu-ilmu social takkan pernah menjadi ilmu dalam artian yang sepenuhnya. Di pihak lain terdapat pendapat secara lambat laun ilmu social akan berkembang juga meskipun tak akan mencapai derajat keilmuan seperti apa yang dicapai oleh ilmu-ilmu alam. Menurut kalangan lain tak dapat disangkal dewasa ini ilmu-ilmu social masih berada dalam tingkangkat yang belum dewas. Walaupun begitu mereka beranggapan bahwa penelitian-penelitian di bidang ini akan mencapai derajat yang sama seperti penelitian-penelitian ilmu alam. Terdapat beberapa kesulitan untuk merealisasikan tujuan ini karena beberapa sifat dari objek yang diteliti ilmu-ilmu social. Seperti diketahui ilmu social membahas tentang tingkah laku manusia.
2.Ontologi
gejala fisik seperti unsure kimia bukanlah suatu individu melainkan barang mati. Ahli ilmu alam tidak usah meperhitungkan tujuan atau motif dari planit atau lautan. Tetapi nahli ilmu sosialmempelajari manusia yang merupakan mahkluk yang penuh tujuan dalam tingkah lakunya. Manusia bertidak sesuai dengan keinginannya dan mempunyai kemampuan untuk melakukan pilihan atas tindakan yang akan diambilnya. Hal ini menyebabkan mausia untuk melakukan perubahan dalam tindakannya. Karena objek penelaahan ilmu social sangat dipengaruhi oleh keinginan dan pilihan manusia maka gejala social beribah secara tetap sesuai dengan tindakan manusia yang didasari keinginan dan pilihan tersebut.
Akhli ilmu allam menyelidiki prose salami dan menyususn hokum yang bersifat umum mengenai proses tadi. Dia tidak bermaksud mengubah alam atau harus setujudan tidak setuju dengan proses tersebut. Dia hanya berharap bahwa pengetahuan mengenaai gejala fisik dari alam akan memungkinkan manusia untuk memanfaatkan proses alam. Jika seorang akhli ilmu alam menyusun suatu hipotesa untuk menerangkan gejala fisik tertentu maka diatau dengan pasti bahwa kesimpulannya yang bersifat umum tidak akan mengubah karakteristik objek yang ditelaqah. Jika seorang akhli astronomi merumuskan suatu kesimpulan umum mengenai orbit dari p;anet-planet maka dia tidak mengharapkan bahwa planet-planet tersebut akan memberikan reaksi terhadap terorinya. Benda-benda dirgantara tersebut akan tetap tidak berubah oleh kesimpulan tersebut. Mereka tidak akan mengadakan kongres untuk berkampanye dalam rangka mendukung hokum pengorbitan yang baru.
Ilmu=ilmu sosial tidak bisa terlepas dari jalinan unsure-unsur kejadian social. Kesimpulan umum mengenai suatu gejala social bisa mempengaruhi kegiatan social tersebut . jika masyarakat menerima suatu teori mengenai gejala social tertentu maka terdapat kemungkinan bahwa mewreka memutuskan untuk mengadakan penyesuaian sesuai dengan penbgetahuan baru tersebut, sehingga untuk selanjutnya kesim[ulamn itu tidak berlaku lagi. Hal ini menyebabkan lebih sukarnya membuat ramalan dibidang ekonomi dan pendidikan dibandingkan dengan astronomi atau fisika . jika seorang akhli social meramalkan bahwa sejumlah 600 orang akan meninggal karena kecelakaan lalu-lintas selama hari Lebaran yang akan datang maka besar kemungkinan ramalan itu akan meleset. Masyarakat akan terkejut oleh pengumuman tersebut dan melakuykan usaha-usaha untuk mengurangi bahaya kecelakan dengan berbagai usaha penyelamatan. Penemuan dibidang ilmu alam baru akan kehilangan artinya setelah digantikan oleh penemuan baru yang mampu menerangkan bahwa penelaahan yang sama secara lebih baik. Penemuan dibidang ilmu ilmu social akan kehilangan artinya setelah pengetahuan tersebut menyebabkan manusia mengubah kondisi social mereka.
Ilmu alam
Ontologis
 Tetap/statis : jika dilihat dari sifatnya akan berakibat pada pengukuran (measurement), deduksi, konseptualisasi.
Deduksi adalah proses penurunan teori dan akan dapat diturunkan rumus yang lebih mudah.
Konseptualisasi dalam mmbua suatu konsep (rumus menjadi lebih mudah)dilihat dari prespektif (sudut pandang).
 Empiris-obyektif
Empiris, terikat dalam dimensi ruanga dan waktu.
Obyektif, Nampak dan bisa diraba.
 Tunggal, satu; tidak ada lagi.

Epistemologi
 Eksplanation (menerangkan), menjelaskan dan memiliki ukuran.
 Generalitation, sebuah kesimpulan yang digunakan untuk menjelaskan gejala-gejala yang sama dan bisa diperkirakan kesimpulan/hasil dan hubungan dari gejala-gejala tersebut.


Ilmu sosial
Ontologis
 Berubah/dinamis : bersifat tidak tetap
Contoh: sikap,matif, partisipasi dan lain sebagainya.
 Non empiris-subyektif (kebalikan ilmu alam).
 Majemuk, beraneka ragam.

Epistemologi
 Exploration (menggali), tidak memiliki ukuran
Contoh: penlitian Clifford Beertz mengenai pembagian social.
Islam; terbagi atas, santri, abangan, priayi dll.
 Specification

Contoh: tinjauan media terhadap suatu partisipasi politik di Indonesia yaitu daerah Madura. Hasilnya tidak dapat digunakan sebagai patokan untuk seluruh wilayah yang ada di Indonesia karena tentu ada perbedaan di masing-masing wilayah.

Daftar pustaka

Suriasumantri, Jujun. 2007. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan,
Ontologi. 2009. http://id.wikipedia.org.