Ditemani dengan kerlap kerlip lampu kapal nelayan
Tanpa bayangan malam yang dingin menggetarkan
Terbang melayang membawamu bersama angan
Hingga engkaupun berdecak
Bersama riak gelombang lautan
Menyampaikan pesan akan kesepian
Yang tercipta dari luka perih sang perawan
Menahan rasa bak sayatan pedang samurai
Diantara mercusuar malam,
Kau lantunkan syair malam kepada sang adam
Bahwa kau tercipta bukan dari tulang rahang
Yang harus selalu ku puja dan kusanjung sayang
Tapi kau juga bukan tercipta dari tulang cangkang
Yang harus di bersihkan dari kotoran pasir pantai
Namun kau tercipta dari tulang rusuk kiri sang adam
Yang letaknya diantara rahang dan cangkang
Bersama hati yang selalu penuh kasih sayang
Bersama angin kuasingkan diri ini
untuk sekedar menemani hatimu yg sunyi
untuk berlari mengejar mimpi
agar dirimu tak lagi merasa sendiri
karena hati ini tlah lama menemani
walau tak pernah kau beri arti
bersama rintik hujan kita berkeluh tentang malam yang sebenarnya cerah tanpa awan
bersama riak gelombang kita membayangkan cinta kasih masa depan
bersama redup cahaya rembulan kita menari bersama bintang
menabur cahaya di ladang kebencian
yang kita pancarkan pada luasnya lautan
terbias oleh desingan baling2 kapal penumpang
yang kusimpul di dermaga tak bertuan
agar kau paham dan tak lagi kesepian
karena disini q masih bisa bertahan
menanti jawaban tentang kepastian
atas sempurnanya ciptaanmu tuhan
untuk kuabadikan dalam sebuah tulisan
Dermaga kamal 9 desember 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar