Jumat, 24 Desember 2010

Aku Cemburu Padamu Bintang

Sedari pagi ku bertengger disini, di hadapan sebuah melodi tak bertepi, mengharapkan kau hadir membawa inspirasi agar aq dapat menari dengan jemari untuk memenuhi segala janji akan tulisanku hari ini. namun merpati datang membawa pesan bahwa dirimu lagi tak enak badan sehingga aq tak bisa melanjutkan kecuali harus berdendang dengan pesan yang kau kirim dengan hembusan agar aq tak lagi berteman karena dirimu masih ingin sendirian.
oh bulan kemana cahayamu? kenapa kau biarkan malamnya tak bercahaya terang, oh bintang bawakan dia teman untuk bisa berkata sayang agar hati ini tak lagi bimbang kalaulah diriku juga berharap dia akan datang dipelukan dengan asa rindu dan sayang yang mungkin sudah tertanam beberapa tahun silam namun diriku tak berani mengatakan karena dirinya sudah dipinang.
tanpa kau izinkan aq mencoba mengenang, dimana masa-masa kita saling bertatapan, yang kita abadikan dengan bingkai senyuman manis tanpa harapan kecuali kebersamaan perasaan yang sedang kita dendangkan, dan kulukis dengan kanvas buatan dengan bauran warna kesetiaan yang membiaskan pelangi dilautan diantara kapal nelayan yang kian bertahan dari deburan ombak keperkasaan.
irama dendang jemariku telah membawa pikiranq kian jauh meniti lubuk hatimu yg paling dalam, menggetarkan perasaan yang telah lama tertanam untuk ungkapkan klo sejujurnya aq adalah sayang itu, sayang yang kutitipkan pada pelukan awan yang disampaikan melalui rintik hujan yang dulu pernah ku buang karena cemburu pada bintang yang kau jadikan hiasan malam.     

Tidak ada komentar:

Posting Komentar